Hukum Rebonding

Hukum Rebonding

Hukum Rebonding

Seringkali kita melihat beberapa orang yang menggunakan zat tertentu untuk merubah warna rambutnya. Kita juga sering melihat mereka menggunakan cara-cara tertentu untuk mengkeritingkan atau meluruskan rambut supaya kelihatan lebih indah. Apakah hal seperti tersebut boleh dilakukan?

Alhamdulillah, merubah warna rambut (uban) dengan selain warna hitam tidaklah dilarang. Demikian pula menggunakan zat untuk memperindah rambut kriting. Dalam hal ini orang tua dan pemuda disamakan status hukumnya. Dengan catatan zat itu suci dan tidak menimbulkan bahaya. Adapun bila mewarnainya dengan warna hitam pekat, tentunya tidak dibolehkan, baik bagi kaum pria maupun wanita. Berdasarkan sabda nabi Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam :
“Ubahlah uban kalian dan janganlah merubahnya dengan warna hitam.”

Dari Fatawa Lajnah Daimah: V/168.

468 ad

8 Responses to “Hukum Rebonding”

  1. rini mutmainah says:

    assalamualaikum,afwan umu yasir,ana mahasiswi stikes madani,
    jadi rebonding itu di perbolehkan?
    hem..mau nanya juga kalau mewarnai rambut dengan cat rambut ,warna hitam di campur warna lain, untuk mengkombinasi warna namun hasilnya bukan warna hitam, itu gimana hukumnya?

    • yusuf says:

      Jika anda tidak ber uban itu di boleh kan,tapi jauhi warna hitam,tapi kalo belum ber uban,jangan dosa,gk bisa mencium bau surga.

  2. zohri says:

    assalamu’alaikum , ,
    saya ingin bertanya,apa hukumnya bila laki2 me-Rebounding rambutnya?
    sebab,rmbut saya yg tdk trlalu pnjang ni klw egk diminyakin bisa kusam dan kering,karena itu saya ingin me-Rebounding rmbut saya, tujuannya spya brkesan rapi dan gk prlu pke’ modal ekstra buat beli mnyak rmbut . .
    trimakasih. . .

    • AlaikumSalamWarohmatullohiWabarokaatuh,
      Dalam hal ini kita membatasi jawaban hanya pada Hukum Rebonding untuk Pria…..
      Hukum meluruskan rambut atau rebonding sangat terkait dengan konteksnya, namun hukum asalnya dalam syariat adalah mubah (dibolehkan). Dan Rebonding sebagai sebuah cara untuk berhias diri, hukum asalnya dibolehkan sepanjang tidak menimbulkan sesuatu yang dapat membahayakan dirinya.
      Jika rebonding ditempatkan dalam konteks merawat tubuh dan menjaga keindahan, maka justru dianjurkan. Syarat lainnya, bahan-bahan yang digunakan dalam proses tersebut harus dipastikan kehalalannya.
      Alloh Ta`ala A`lam.
      Wassalamualaikum

  3. yuliana says:

    assalamuslsykum,

    bagaimana dengan hukum mencabut uban dan menjadi cahaya ketika kita dalam kubur? apakah ada dalil shahih yang melandasi ini?

    • @yuliana,
      AlaikumSalam,
      Ada beberapa dalil yang menunjukkan pelarangan untuk mencabut uban secara mutlak, baik oleh seseorang yang sudah tua maupun yang masih muda. Di antaranya adalah dari Abdullah bin Umar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
      الشيب نور المؤمن لا يشيب رجل شيبة في الإسلام إلا كانت له بكل شيبة حسنة و رفع بها درجة
      “Uban adalah cahaya bagi seorang mukmin. Tidaklah seseorang memiliki sehelai uban dalam Islam (dia muslim) melainkan setiap ubannya akan dihitung sebagai suatu kebaikan dan akan meninggikan derajatnya.” (HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman 5970. Hadis ini dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah Ahadis Shahihah, 1243)
      Kemudian, dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
      لا تنتفوا الشيب فإنه نور يوم القيامة ومن شاب شيبة في الإسلام كتب له بها حسنة وحط عنه بها خطيئة ورفع له بها درجة
      “Janganlah mencabut uban karena uban adalah cahaya pada hari kiamat. Siapa yang memiliki sehelai uban dalam Islam (dia muslim), maka dengan uban itu akan dicatat baginya satu kebaikan, dengan uban itu akan dihapuskan satu kesalahan, juga dengannya akan ditinggikan satu derajat.” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahih-nya 2985. Sanad hadis dinilai hasan oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth)
      Kemudian, dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
      لَا تَنْتِفُوا الشَّيْبَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَشِيبُ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ إِلَّا كَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
      “Janganlah mencabut uban. Tidaklah seorang muslim yang memiliki sehelai uban, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti.” (HR. Abu Daud 4204. Hadis ini dishahihkan al-Albani dalam Shahih Targhib wa Tarhib, 2091).
      Sedangkan dampak buruk serta akibat bagi seseorang yang mencabut ubannya adalah bahwa orang tersebut nantinya akan kehilangan cahaya pada hari kiamat. Sebagaimana telah dikabarkan oleh Fudholah bin ‘Ubaid, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
      مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَانَتْ نُورًا لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقَالَ رَجُلٌ عِنْدَ ذَلِكَ فَإِنَّ رِجَالًا يَنْتِفُونَ الشَّيْبَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ شَاءَ فَلْيَنْتِفْ نُورَهُ
      “Barangsiapa memiliki sehelai uban di jalan Allah (dia muslim), maka uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat.” Kemudian ada seseorang yang berkata ketika disebutkan hal ini: “Orang-orang pada mencabut ubannya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Siapa saja yang mau, silahkan dia hilangkan cahayanya (baginya di hari kiamat).” (HR. Ahmad 23952, At Thabrani dalam al-Kabir 783. Hadis ini dihasankan Syaikh al-Albani dalam Silsilah as-Shahihah, 3371).

      Dan Mohon maaf bila dirasa ada keterlambatan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masuk ke redaksi, serta Mohon Maaf apabila banyak pertanyaan yang belum sempat terjawab mengingat keterbatasan ilmu dan waktu. Waallohu Ta`ala `Alam.

      Tertanda, Redaksi MutiaraHikmah.
      http://www.mutiaraHikmah.com
      FansPage Situs:
      http://www.facebook.com/mutiarahikmahdotcom?ref=hl

  4. arief says:

    assalamualaikum
    saya mau tanya, apa hukumnya mewarnai rambut seperti iklan2 d tv yg ada kemungkinan berbahan kimia. Ada org yg bilang klo itu tdk bisa hilang kecuali di potong dan katanya wudhunya ga sah selama berwarna tsb.
    Mohon penjelesannya
    terimakasih

    • Alaikumsalam,
      Terkait dengan hukum mengecat rambut secara singkat adalah sebagai berikut :
      Haram : Jika menyemir dalam bentuk atau model menyerupai orang-orang kafir.
      Sunnah/ Dianjurkan : Jika telah ber-Uban maka disunnahkan disemir dengan warna selain hitam. Adapun disemir dengan warna hitam maka itu tidak dibolehkan.
      Namun bila belum beruban, maka dianjurkan untuk dibiarkan dan dijaga sesuai dengan penciptaannya yang asli dan jangan diubah (disemir/dicat), apalagi dengan bahan-bahan kimia yang membuat rambut menjadi tidak dapat tersentuh air ketika kita bersuci misalnya, atau bahkan dapat menimbulkan kerusakan pada rambut, maka hal tersebut bisa beralih hukumnya kepada Haram.
      Wallohu `Alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>