Takwa sebagai Bekal Terbaik

Takwa sebagai Bekal Terbaik

 

 

 

 

 

Materi Kajian Muslimah :
“Langkahku Menuju Kampung Akhirat”

Takwa sebagai Bekal Terbaik

Sebaik-baik bekal yang kita persiapkan untuk menempuh perjalanan ke akhirat adalah takwa. Takwa yang menurut Ibnu Rojab mengandung pengertian “Menjadikan pelindung antara diri seorang hamba dengan siksaan dan kemurkaan Allah Azza wa Jalla yang dikhawatirkan akan menimpanya, yaitu (dengan) melakukan ketaatan dan menjauhi perbuatan maksiat kepada-Nya” (Jâmi’ul ‘Ulûmi Wal Hikam : 196).

Maka sesuai dengan kadar keadaan seorang hamba di dunia dalam melakukan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla dan meninggalkan perbuatan maksiat, maka begitu pulalah keadaannya di akhirat kelak. Semakin banyak kebaikan di dunia yang telah ditanamnya, maka akan semakin banyak pula kebaikan yang akan di raihnya di akhirat kelak,  yang berarti semakin besar pula peluangnya meraih keselamatan menuju surga.

Sedangkan landasan utama dari kalimat Takwa itu sendiri adalah dua kalimat syahadat: Lâ ilâha illallâh dan Muhammadur Rasulullâh. Oleh karena itu, sebaik-baiknya bekal yang harus dipersiapkan untuk agar selamat dalam perjalanan kehidupan  ini adalah dengan cara memurnikan Tauhid (Hanya beribadah kepada  Allah `Azza wa Jalla dan menjauhi perbuatan Syirik) yang merupakan inti makna syahadat Lâ ilâha illallâh, serta tidak lupa untuk menyempurnakan Ittibâ’ (Mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menjauhi perbuatan Bid’ah) yang merupakan inti makna syahadat Muhammadur Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sesungguhnya balasan akhir yang baik telah Allah `Azza wa Jalla persiapkan dan peruntukkan bagi orang-orang yang bertakwa dan membekali dirinya dengan ketaatan kepada-Nya, serta menjauhi perbuatan yang menyimpang dari agama-Nya. Allah Azza wa Jalla berfirman:

فَأَمَّا مَن طَغَىٰ وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَىٰ
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ
“Adapun orang-orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabb-nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya” (QS. An-Nâzi’ât:37-41)

     تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا ۚ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ
“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan (maksiat) di (muka) bumi, dan kesudahan (yang baik) itu (surga) adalah bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Al-Qashash:83)

bersambung …

468 ad

One Response to “Takwa sebagai Bekal Terbaik”

  1. Feri says:

    Subhanallah, semoga kita diberi kemudahan dalam meniti agama ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>